SMPN 2 Manokwari Rayakan Kelulusan Penuh Haru

Perayaan kelulusan yang digelar di Hotel Vitta Manokwari, Senin (2/6), menjadi saksi kebanggaan para guru, orang tua, dan masyarakat. Dalam suasana penuh sukacita, Kepala SMPN 2 Manokwari, Margariet Pondajar, M.Pd, menyampaikan apresiasi yang dalam kepada seluruh peserta didik yang telah lulus dan membuktikan bahwa SMPN 2 Manokwari bukan sekadar sekolah, melainkan Sekolah Juara.
“Setelah lulus dari sini, kami berharap kalian tetap menjadi kebanggaan orang tua, menjaga nama baik sekolah, serta terus belajar dan berkarya hingga sukses,” ujar Margariet penuh semangat.
Namun bukan hanya kelulusan yang jadi sorotan hari itu. Salah satu pengumuman paling menggetarkan ruang acara adalah prestasi membanggakan dari 29 siswa kelas IX yang berhasil mengukir nama Indonesia, khususnya Papua Barat, di panggung matematika internasional.
Mewakili Papua Barat di Kompetisi Matematika Tertua Dunia
Dalam ajang IKMC—kompetisi matematika internasional tertua yang telah digelar sejak 1991 dan diikuti oleh lebih dari 92 negara—SMPN 2 Manokwari menjadi satu-satunya sekolah dari Papua Barat yang tampil di level dunia. Dari total 30 siswa yang disiapkan untuk mengikuti lomba, 29 berhasil tampil dan meraih medali. Satu siswa tidak dapat hadir karena alasan kesehatan.
Raihan prestasi yang diraih:
Medali Emas: 7 siswa
Medali Perak: 17 siswa
Medali Perunggu: 5 siswa
“Ini adalah capaian yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga Provinsi Papua Barat dan Indonesia. Kami umumkan pada saat perayaan ini agar bisa menjadi motivasi bagi seluruh anak-anak Papua lainnya bahwa mereka juga bisa bersaing di level dunia,” ujar Margariet haru.
Pantas dijuluki Sekolah Juara. 29 siswa/i dari SMPN 2 Manokwari yang berhasil meraih prestasi di IKMC Peran Guru dan Orang Tua yang Tak Tergantikan
Margariet juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan intensif para guru kompeten yang selama ini bekerja dalam senyap, mendampingi dan membimbing siswa tanpa lelah.
Tepuk tangan bergemuruh mengiringi pengumuman peraih medali. Suasana haru pun tak bisa dibendung ketika para orang tua menyaksikan anak-anak mereka berdiri di atas panggung, membawa nama baik sekolah, daerah, dan bangsa.
“Saya tidak menyangka anak saya bisa meraih medali emas di ajang internasional. Ini hadiah kelulusan terindah,” ungkap salah satu orang tua sambil menitikkan air mata.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 orang tua dan wali murid ini menjadi simbol nyata bahwa pendidikan adalah alat paling kuat untuk mengubah masa depan. Dan hari itu, SMPN 2 Manokwari telah membuktikan bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar untuk menginspirasi dunia.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- SMPN 2 Manokwari Rebut Mahkota Juara, Boyong Piala Bupati ke Rumah Sang ‘Sekolah Juara’
- SMP Negeri 2 Manokwari Raih Juara 1 Lomba Ranking 1 Torang Locavore 2025
- SMP Negeri 2 Manokwari Kirim 20 Siswa Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Hardiknas 2025
- Bupati Manokwari Tinjau UAS di SMPN 2, Apresiasi Buku Berbahasa Hatam Karya Siswa
- Semarak Hardiknas 2025, SMPN 2 Manokwari Tunjukkan Komitmen Budaya dan Pendidikan Bermutu
Kembali ke Atas






